Cari:     
Selamat Datang! 

Login  
Akun Saya  
Keranjang Belanja  
Bantuan Pelayanan  
Skip Navigation Links
Halaman Muka
Member
Lihat Buku
Hadiah
Belanjaan
Berita
Interview
Komunitas
Pesan & Kesan
Kategori Buku
Agama
Akademik
Anak-anak
Bahasa dan Kamus
Busana dan Kecantikan
Ekonomi, Bisnis dan Manajemen
Fiksi
Hobi dan Wirausaha
Humor
Ilmu Sains, Teknik dan Teknologi
Inspirasi, Motivasi dan Spiritual
Komik
Komputer dan Internet
Lain-lainnya
Majalah
Masak dan Makanan
Memoar dan Biografi
Non-Fiksi
Orang Tua dan Keluarga
Perhotelan dan Pariwisata
Referensi
Remaja
Sastra dan Filsafat
Sejarah dan Kebudayaan
Sosial-Politik dan Hukum
Buku Rekomendasi
[Null Data]
Berita BukuDiskon
Adik Randy Pausch Hadir Di TV One
Penulis buku the Last Lecture
Selengkapnya...  




Adik Randy Pausch Hadir Di TV One
Bukudiskon.Com, Jakarta 01/09/2008 00:00
The Last Lecture
Randy Pausch yang telah menyihir jutaan penduduk dunia dengan The Last Lecture yang diterbitkan Ufuk Publishing House, Agustus 2008 bekerjasama dengan TV One akan mengangkat tema The Last Lecture pada program Apa Kabar Indonesia pagi secara live pada tanggal 1 September 2008, Pk.07.30 WIB-selesai.

Yang Istimewa, tayangan tersebut akan menghadirkan adik angkat Randy Pausch yang berasal dari Yogyakarta serta telah lama tinggal bersama keluarga Randy sekaligus menamatkan studinya di Amerika Serikat. Adik angkat tersebut kini telah hadir di tengah kita dan berdomisili di Jakarta.

Tayangan tersebut menjadi istimewa karena kehadiran adik angkat Randy yang berdomisli di Jakarta. Bagaimana awal mulannya hingga ia bisa tinggal bersama keluarga Randy?? Bagaimana keluarga Randy memberinya "sentuhan" kehidupan?? Bagaimana sesungguhnya kenakalan Randy yang luar biasa untuk bertahan hidup selama mungkin?? Bagaimana kekanak-kanakannya Randy yang jenius ketika berkumpul dan menawarkan sosok kehangatan yang luar biasa sebagai anggota keluarga??

Simpan semua pertanyaan Anda dan temukan jawabannya dalam program tersebut dan membacanya dalam The Last Lecture.
Artikel Terkait:

Melawan Kutukan Tiga Ribu Eksemplar
Buku laris paling fenomenal tahun ini hanya berkisar di angka cetak 20 ribuan
Selengkapnya...  




Melawan Kutukan Tiga Ribu Eksemplar
Koran Tempo, Jakarta 01/09/2008 00:00
Tigaribu Eksemplar
Kata orang, penulis buku itu konon ada dua jenis saja. Yang satu menulis untuk dinikmati banyak sekali pembaca. Satunya lagi menulis untuk kenikmatan sendiri. Mereka yang tergolong penulis jenis pertama, jelas beruntung secara lahir dan batin. Selain bisa menikmati sendiri karyanya, ia juga memberi kesenangan yang sama pada banyak pembacanya.

Di Indonesia, penulis buku terus bertumbuh, namun yang cukup beruntung mencecap manisnya buku laris, sedikit saja. Sebagaimana diungkapkan Richard Oh, pemilik jaringan toko buku QB, "sudah bisa melepaskan diri dari kutukan 3000 eksemplar saja rasanya sudah lega."

Buku laris karena berbagai pendukung. Seorang teman, Ahmad Taufiq dari Ufuk Press, menyatakan setidaknya ada tiga faktor yang bisa membuat sebuah judul laku. Adanya reference's group, ini bisa terdiri dari kelompok-kelompok pembaca, penggiat milis dan tentu saja kritikus buku profesional. Lalu ada faktor word of mouth yang membuat buku jadi bahan pembicaraan sebelum orang benar-benar tahu apa isinya. Ketiga, ada (sedikit sekali, sayangnya) buku yang cukup beruntung "menghantam" pembacanya saat pertama kali beredar.

Dalam dunia penerbitan, buku laris ditandai besar-besar dengan istilah best-seller. Masuk ke dalam daftarnya menjadi salah satu hajat paling besar penerbit dan penulis.

Istilah best-seller sebenarnya baru benar-benar terjadi di dunia perbukuan saat Motinggo Boesje berhasil menelurkan karya fiksi yang habis dilahap pasar dalam waktu sekejap. Untuk hitungan era 1960-an, sekali cetak 2000 hingga 3000 kopi itu adalah ukuran luar biasa. Setelah itu, rekor Boesje baru bisa disamai oleh Marga T dan Ashadi Siregar.

Puluhan tahun setelah itu, tidak banyak perubahan yang terjadi jika dilihat dari angka penjualan sebuah buku. Yang termasuk fenomenal barangkali hanya novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy yang sudah melebihi angka 100 ribu eksemplar sejak diterbitkan sekitar tiga tahun silam. Atau fiksi teenlit lokal Fairish karya Esti Kinasih yang rata-rata terjual 1000 kopi per bulan pada 2005 atau Dealova karya Dian Nuranindya yang menguntit tidak jauh di bawahnya.

Tahun ini, tidak ada lonjakan berarti dalam daftar buku best-seller Indonesia. Fiksi masih menjadi primadona di tengah pembaca. Puncak perhatian masih tertumpu pada Edensor, tetralogi ketiga Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Menurut data Mizan Pustaka yang menerbitkan tetralogi ini, novel yang mengisahkan perjalanan hidup anak-anak kampung pedalaman Melayu di Pulau Belitong ini sudah mencapai angka 25 ribu kopi. "Itu sejak diterbitkan pada September 2007," kata Pangestuningsih, Communication Relation penerbit Mizan Pustaka.

Sebuah buku, kata Pangestuningsih, masuk hitungan best-seller jika terjual lebih dari seribu eksemplar sebulan. Jika kriteria itu yang dipakai, berarti dari sekian banyak buku asli Indonesia terbitan penerbit yang bermarkas di Bandung ini, hanya Edensor dan sebuah lagi buku nonfiksi karya Asma Nadia, Catatan Hati Seorang Istri --yang terjual sekitar 21.000 eksemplar sejak terbit pada Mei 2007-- yang masuk daftar best-seller.

Bandingkan pula dengan penerbit besar sekelas Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang menerbitkan ratusan judul buku tahun ini. Menurut Donna Widjajanto, Editor Fiksi GPU, di antara karya lokal terbitan mereka, memang tidak ada yang benar-benar fenomenal.

Fiksi renyah teenlit masih menjadi primadona GPU. Sayangnya, tidak ada yang menyamai gebrakan Fairish. Yang tertinggi, A Little White Lie, karya Titish A. K yang terbit pada Maret 2007, terjual sekitar 15.777 eksemplar dan masuk cetakan keempat. Belasan judul teenlit yang masuk daftar best-seller GPU hanya bercokol di angka 7.000-an hingga 11.000-an dengan dua tiga kali cetak ulang dalam hitungan waktu enam-empat bulan setelah diterbitkan pertama kali.
Buku Baru 
Mizania
Hidup Di Pusaran Al-Fatihah
Rp.99.500,-
Rp.79.600,-
Hemat Rp.19.900,-
Beli
Hidup Di Pusaran Al-Fatihah
Ufuk Press
Alan Greenspan
Rp.59.500,-
Rp.44.625,-
Hemat Rp.14.875,-
Beli
Alan Greenspan
Hikmah
Fitnah Fitna
Rp.29.000,-
Rp.23.200,-
Hemat Rp.5.800,-
Fitnah Fitna
Hikmah
Fiqhun-Nisa (2 Buku)
Rp.99.500,-
Rp.79.600,-
Hemat Rp.19.900,-
Fiqhun-Nisa (2 Buku)
Ufuk Press
Hidupmu Adalah Sirkusmu
Rp.45.000,-
Rp.33.750,-
Hemat Rp.11.250,-
Hidupmu Adalah Sirkusmu
Penerbit Gramedia
Ancaman Sang Naga Strategi China Menggempur Dominasi Pesaing Mapan  Di Pasar Global
Rp.45.000,-
Rp.38.250,-
Hemat Rp.6.750,-
Ancaman Sang Naga Strategi China Menggempur Dominasi Pesaing Mapan Di Pasar Global
Buku Terlaris (Best Sellers)
Qanita (Mizan Grup)
A Thousand Splendid Suns
Rp.59.000,-
Rp.47.200,-
Hemat Rp.11.800,-
Beli
A Thousand Splendid Suns
Iiman
Buat Apa Shalat ?!
Rp.45.000,-
Rp.36.000,-
Hemat Rp.9.000,-
Beli
Buat Apa Shalat ?!
Hikmah
Doa Ajaran Sahabat
Rp.49.500,-
Rp.39.600,-
Hemat Rp.9.900,-
Doa Ajaran Sahabat
Mizan Pustaka
Lentera Hati
Rp.62.500,-</